SBY dalam jumpa pers di Kopenhagen, Denmark, di sela acara KTT Perubahan Iklim, Jumat (18/12), yang ditayangkan langsung Metro TV menyempatkan diri untuk mengatakan menolak penonaktifan boediono dan sri mulyani. SBY mengakui, sekarang ini terjadi desakan tentang Wapres Boediono dan Menkeu, apakah mereka non-aktif, dinon-aktifkan atau men-nonaktifkan diri sendiri. ”Saya menghormati Pansus Angket Bank Century, agar Angket yang dilakukan oleh Pansus berjalan dengan baik,” ucap Presiden di sela konferensi di Konpenhagen, pukul 20.00 waktu setempat. Beberapa jam sebelum menyampaikan tanggapan terkait penonaktifan Boediono-Sri Mulyani, Presiden SBY mengaku telah berkomunikasi dengan kedua pejabat negara itu. Menurut SBY, baik Boediono maupun Sri Mulyani sanggup untuk menjalankan roda pemerintahan serta memberikan keterangan jika dipanggil Pansus. “Kedua beliau sanggup untuk jalankan kedua-duanya, dan sanggup menjalankan kegiatan ekstra dengan keadaan seperti ini,” jelas Presiden.
Baca selebihnya »
SBY Reaksioner
Posted in hukum, Politik dengan kaitan (tags) skandal century on Maret 13, 2010 by dimas arasyKonkalikong Pak Beye ?
Posted in hukum, Politik dengan kaitan (tags) Boediono, konkalikong pak beye, mahfud md, mahkamah kontitusi, polri, sandiwara bodong, sby, skandal century, sri mulyani on September 22, 2009 by dimas arasySudah jelas bahwa lembaga KPK tidak dibawah eksekutif dan legislative, proses pembentukan KPK sama dengan proses yang dijalani oleh lembaga yudikatif lain seperti Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Dari cara berpikir sederhana ini juga jelas presiden tidak berhak melakukan intervensi untuk mengganti pimpinan KPK dengan dalih Perppu yang dibuatnya sendiri.
Baca selebihnya »
Sandiwara Misteri Pak Beye di KPK
Posted in Politik dengan kaitan (tags) eva kusuma sundari, icw, KPK, pak beye, sandiwara bodong, sby on September 18, 2009 by dimas arasyPada saat kampanye Pileg Pak beye dan PD sangat getol melakukan kampanye pemberantasan korupsi, keberhasilan KPK selama ini di dalam menyeret para koruptor diklaim sebagai keberhasilan pemerintahan pak beye. Namun apa latah pak beye menjelang kampanye pilpres malah menuding KPK berlebihan, KPK lembaga superbody, KPK bagi pak beye di kesankan sebagai lembaga yang kebal hukum.
Baca selebihnya »
Pak Beye,”Selamat Lebaran Idhul Fitri 1430 H, Minal Aidhin Wal Faizhin, Mohon Maaf Lahir Batin.”
Posted in Politik dengan kaitan (tags) idul fitri, pak beye, sby on September 17, 2009 by dimas arasyPak Beye yang saya hormati, dunia memang panggung sandiwara, setiap kita adalah para pemeran panggung sandiwara ini, untuk negeri ini Pak Beye adalah pemeran utama lakon sandiwara ini. jadi saya harap Pak Beye jangan risau dengan sejumlah tulisan saya bertema sandiwara, walaupun saya juga tidak yakin apa Pak Beye membaca tulisan-tulisan saya, minimal mendengar dari seseorang :
Baca selebihnya »
Sandiwara Pak Beye Mengobok-Obok KPK ?
Posted in Politik dengan kaitan (tags) KPK, PKS, sandiwara bodong, sby on September 16, 2009 by dimas arasyPerseteruan dua lembaga penegakkan hukum yakni KPK-Polri ternyata telah berlangsung lama. Sehingga wajar jika kemudian keduanya dianggap saling makan dan saling tikam. Namun bagi PKS dalang itu semua adalah Presiden SBY. Pernyataan ini dilontarkan oleh Wakil Sekjend PKS Fachry Hamzah di Gedung DPR hari ini.
Baca selebihnya »
Sandiwara Boediono Di Century
Posted in ekonomi, Politik dengan kaitan (tags) bank century, Boediono, sri mulyani on September 15, 2009 by dimas arasySkandal Bank Century, seperti halnya skandal BLBI, mengingatkan para analis ekonomi-politik dan publik tentang fenomena muslihat kaum kapitalis yang secara menyeramkan menggasak sumber daya ekonomi rakyat tanpa peduli ribuan orang jatuh melarat karenanya.
Baca selebihnya »
Sandiwara Rahasia Negara Pak Beye
Posted in Politik dengan kaitan (tags) sby, todung mulya lubis, UU Rahasia Negara on September 14, 2009 by dimas arasyKompas cetak melansir Kecaman Dari Masyarakat Mengalir. Kekecewaan dan kekesalan itu dilontarkan sejumlah pihak kepada Kompas, Sabtu (12/9), menyusul selesainya proses pembahasan Panitia Kerja RUU Rahasia Negara Jumat lalu. Draf RUU dipastikan akan mulus melenggang ke Sidang Paripurna DPR untuk kemudian disahkan dan diberlakukan sebelum masa kerja pemerintah dan DPR periode 2004-2009 berakhir. Menurut Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim, ia melihat ada niat tidak baik dari pemerintahan saat ini, yang memang secara pelan tetapi pasti mencoba mengembalikan kekuasaan dan kontrol pemerintah terhadap masyarakat sipil pascareformasi.
Baca selebihnya »
Sandiwara Sakti Pak Beye
Posted in Politik dengan kaitan (tags) kabinet bersatu, sandiwara sakti, sby on September 13, 2009 by dimas arasyWalaupun pak beye mengakui di pemilu 2004 pak jeka menjadi pendulang suara di pilpres putaran kedua dan peran penting pak jeka selama ini tidak serta merta pak beye kembali berpasangan dengan pak jeka. Faktor pak jeka sejak pemilu 2009 dengan kemenangan PD 20, 86 % telah sirna, bukti kemenangan spektakuler ini telah membawa pak beye menjadi kesatria sakti, muncul anekdot dengan berpasangan sandal jepit pun pak beye tetap akan memang dan memang hal ini terbukti. Sandal jepit pak beye itu adalah pak boedi yang saat ini sedang menyusun program 100 hari cabinet bersatu II ke depan.
Baca selebihnya »
Sandiwara Hati Bodong SBY ?
Posted in Politik dengan kaitan (tags) jusuf kalla, sandiwara bodong, sby on September 10, 2009 by dimas arasy Selama 5 tahun SBY dan JK bersama-sama memimpin Tanah Air. Namun sekitar 1 bulan lagi, JK lengser. Untuk era berikutnya, SBY telah memiliki pasangan lain yakni Boediono. Namun bagi SBY, kebersamaan dengan JK merupakan hal yang indah.
Baca selebihnya »
Sandiwara Bodong Pak Beye (3)
Posted in ekonomi dengan kaitan (tags) bank century, BLBI, Boediono, robert tantular, sandiwara bodong, sby, sri mulyani on September 9, 2009 by dimas arasySejumlah fakta di balik skandal Bank Century semakin terkuak. Angka kerugian yang diderita bank tersebut akibat ulah pemiliknya, Robert Tantular, per 20 November 2008 ternyata telah mencapai Rp 9,15 triliun. Dari jumlah dana yang dibobol itu, polisi baru dapat menyita sekitar Rp 1,191 miliar.
Baca selebihnya »