SBY Reaksioner

Posted in hukum, Politik with tags on Maret 13, 2010 by dimas arasy

SBY dalam jumpa pers di Kopenhagen, Denmark, di sela acara KTT Perubahan Iklim, Jumat (18/12), yang ditayangkan langsung Metro TV menyempatkan diri untuk mengatakan menolak penonaktifan boediono dan sri mulyani. SBY mengakui, sekarang ini terjadi desakan tentang Wapres Boediono dan Menkeu, apakah mereka non-aktif, dinon-aktifkan atau men-nonaktifkan diri sendiri. ”Saya menghormati Pansus Angket Bank Century, agar Angket yang dilakukan oleh Pansus berjalan dengan baik,” ucap Presiden di sela konferensi di Konpenhagen, pukul 20.00 waktu setempat. Beberapa jam sebelum menyampaikan tanggapan terkait penonaktifan Boediono-Sri Mulyani, Presiden SBY mengaku telah berkomunikasi dengan kedua pejabat negara itu. Menurut SBY, baik Boediono maupun Sri Mulyani sanggup untuk menjalankan roda pemerintahan serta memberikan keterangan jika dipanggil Pansus. “Kedua beliau sanggup untuk jalankan kedua-duanya, dan sanggup menjalankan kegiatan ekstra dengan keadaan seperti ini,” jelas Presiden.
Baca lebih lanjut

Konkalikong Pak Beye ?

Posted in hukum, Politik with tags , , , , , , , , on September 22, 2009 by dimas arasy

Sudah jelas bahwa lembaga KPK tidak dibawah eksekutif dan legislative, proses pembentukan KPK sama dengan proses yang dijalani oleh lembaga yudikatif lain seperti Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Dari cara berpikir sederhana ini juga jelas presiden tidak berhak melakukan intervensi untuk mengganti pimpinan KPK dengan dalih Perppu yang dibuatnya sendiri.
Baca lebih lanjut

Sandiwara Misteri Pak Beye di KPK

Posted in Politik with tags , , , , , on September 18, 2009 by dimas arasy

Pada saat kampanye Pileg Pak beye dan PD sangat getol melakukan kampanye pemberantasan korupsi, keberhasilan KPK selama ini di dalam menyeret para koruptor diklaim sebagai keberhasilan pemerintahan pak beye. Namun apa latah pak beye menjelang kampanye pilpres malah menuding KPK berlebihan, KPK lembaga superbody, KPK bagi pak beye di kesankan sebagai lembaga yang kebal hukum.
Baca lebih lanjut

Pak Beye,”Selamat Lebaran Idhul Fitri 1430 H, Minal Aidhin Wal Faizhin, Mohon Maaf Lahir Batin.”

Posted in Politik with tags , , on September 17, 2009 by dimas arasy

Pak Beye yang saya hormati, dunia memang panggung sandiwara, setiap kita adalah para pemeran panggung sandiwara ini, untuk negeri ini Pak Beye adalah pemeran utama lakon sandiwara ini. jadi saya harap Pak Beye jangan risau dengan sejumlah tulisan saya bertema sandiwara, walaupun saya juga tidak yakin apa Pak Beye membaca tulisan-tulisan saya, minimal mendengar dari seseorang :
Baca lebih lanjut

Sandiwara Pak Beye Mengobok-Obok KPK ?

Posted in Politik with tags , , , on September 16, 2009 by dimas arasy

Perseteruan dua lembaga penegakkan hukum yakni KPK-Polri ternyata telah berlangsung lama. Sehingga wajar jika kemudian keduanya dianggap saling makan dan saling tikam. Namun bagi PKS dalang itu semua adalah Presiden SBY. Pernyataan ini dilontarkan oleh Wakil Sekjend PKS Fachry Hamzah di Gedung DPR hari ini.
Baca lebih lanjut

Sandiwara Boediono Di Century

Posted in ekonomi, Politik with tags , , on September 15, 2009 by dimas arasy

Skandal Bank Century, seperti halnya skandal BLBI, mengingatkan para analis ekonomi-politik dan publik tentang fenomena muslihat kaum kapitalis yang secara menyeramkan menggasak sumber daya ekonomi rakyat tanpa peduli ribuan orang jatuh melarat karenanya.
Baca lebih lanjut

Sandiwara Rahasia Negara Pak Beye

Posted in Politik with tags , , on September 14, 2009 by dimas arasy

Kompas cetak melansir Kecaman Dari Masyarakat Mengalir. Kekecewaan dan kekesalan itu dilontarkan sejumlah pihak kepada Kompas, Sabtu (12/9), menyusul selesainya proses pembahasan Panitia Kerja RUU Rahasia Negara Jumat lalu. Draf RUU dipastikan akan mulus melenggang ke Sidang Paripurna DPR untuk kemudian disahkan dan diberlakukan sebelum masa kerja pemerintah dan DPR periode 2004-2009 berakhir. Menurut Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim, ia melihat ada niat tidak baik dari pemerintahan saat ini, yang memang secara pelan tetapi pasti mencoba mengembalikan kekuasaan dan kontrol pemerintah terhadap masyarakat sipil pascareformasi.
Baca lebih lanjut