“Scenario Besar Penyelamatan Obligor BLBI”

“Scenario Besar Penyelamatan Obligor BLBI”
Oleh arasydimas – 16 Mei 2009 – Dibaca 1414 Kali –

Aku sangat terenyuh membaca postingan Bung Ichwan Kalimasada ‘Indonesia Brainstorming’ membuat hati teriris disayat sembilu, inilah fakta yang memang benar terjadi, untuk orang biasa seperti kita mungkin hanya risau soal kenaikan sembako dan BBM, karena kebutaan memahami masalah ini.

Namun yang membuat aku lebih teriris adalah kasus BLBI yang sampai saat ini tidak jelas juntrungannya, dana rupiah murni yang trilyunan ini dianggap sebagai angin lalu saja bagi setiap president yang pernah berkuasa, yaitu Gus Dur, Megawati, dan saat ini SBY. Yang mengherankan adalah sosok Boediono sebagai salah satu aktor yang mengetahui persis kasus BLBI, sampai saat ini seolah kebal hukum atas permasalahan ini. Selama ketiga presiden itu Boediono selalu memegang peranan penting di bidang kebijakan keuangan Makro, namun sampai saat ini Boediono tidak pernah tergerak hatinya membongkar masalah ini. Boediono mungkin tidak terlibat menikmati kucuran dana BLBI, namun setidaknya Boediono banyak mengetahui bagaimana kejanggalan yang terjadi di dalam pengucuran dana BLBI itu.

Aku tidak bermaksud menjelekkan posisi Boediono karena soal menjadi cawapres SBY, namun aku melihat Boediono adalah tokoh kunci dibalik kasus BLBI. Dalam pengamatan aku, Boediono dalam posisi tertekan oleh para obligor BLBI karena manuver para obligor di dalam membiayai atau menjadi donasi partai besar sekaligus menjadi donasi para kontestan Pilpres. Sikap diam yang dilakukan selama ini Boediono karena tekanan persoalan BLBI. Sebagai konsesi atas sikap diam Boediono, maka para obligor besar itu melakukan loby strategis kepada setiap pemenang Pilpres agar Boediono bisa tetap memegang peranan penting di dalam manajemen keuangan negara, dengan sendirinya kasus BLBI semakin sulit untuk diungkap.

Dengan majunya Boediono sebagai cawapres SBY yang menurut perkiraan para pengamat SBY Berbudi punya peluang besar menjadi pemenang, posisi wapres di tangan Boediono akan semakin membuat kasus BLBI, dapat dikatakan akan selesai dengan sendirinya. Akhirnya semua obligor BLBI yang bermasalah, umumnya para konglomerat, akan terselamatkan. Inilah yang aku sebut bahwa pencalonan Boediono sebagai Cawapres SBY, adalah sebuah scenario besar menyelamatkan para obligor BLBI yang bermasalah. Loby HR yang menemui Mega adalah bagian dari memuluskan pencalonan Boediono, artinya mungkin PDIP juga menikmati donasi kampanye dari para obligor tersebut.

Jika persepsi aku dengan scenario ini salah, maka setidaknya Boediono belum layak mengikuti ajang Pilpres karena masih terkait dengan persolan BLBI yang belum terungkap. Sebagai referensi atas persepsi aku, dibawah ini di cantumkan beberapa URL agar teman-teman blogger bisa menganalisa dimana kejanggalan kasus BLBI dan kaitnnya dengan Boediono. Hal ini juga untuk mencoba mencari jawaban kenapa pencalonan Boediono sebagai cawapres SBY, menuai spanduk “Say No Boediono, Say Yes Budi Anduk”. Terima kasih.
Selamat melakukan investigasi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Boediono
http://id.wikipedia.org/wiki/Boediono#Kritik_terhadap_Boediono
http://www.nabble.com/-sastra-pembebasan–Re:–RumahKita–Kasus-BLBI,-Rizal-Ramli-Minta-Boediono-Diperiksa.-p14294308.html
http://fajar.co.id/index.php?act=news&id=60823
http://www.indopolitik.com/berita/2008/04/07/boediono-diancam-soal-blbi.php
http://202.146.4.17/read/xml/2008/04/01/18330115/kasus.blbi.ganjalan.serius.boediono
http://202.146.4.17/read/xml/2008/01/16/14232596/ada.indikasi.kasus.blbi.hilang
http://202.146.4.17/read/xml/2008/02/12/11025666/presiden.takut.buka.kotak.pandora
http://djonyedward.blogspot.com/2008/04/catatan-untuk-gubernur-bi-boediono.html
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/04/01/brk,20080401-120217,id.html
http://www.pjinews.com/content/view/450/7/
http://groups.yahoo.com/group/PAN/message/38244?var=1
http://www.tempo.co.id/hg/ekbis/2008/04/01/brk,20080401-120217,id.html
http://klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20090514073114&idkolom=tatarbandung
http://m.infoanda.com/readnewsent.php
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=17901
http://web.dev.depkominfo.go.id/blog/2007/09/05/menko-perekonomian-boediono-patut-dimintai-keterangan-kasus-blbi/
http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=41726
http://www.berpolitik.com/static/internal/2007/09/news_7568.html
http://news.feedfury.com/content/14279806-boediono_bungkam_soal_keterlibatannya_dalam_kasus_blbi.html

Tags: kalimasada, SBY Tumbang, SBY-No

Share on Facebook Share on Twitter

17 tanggapan untuk ““Scenario Besar Penyelamatan Obligor BLBI””

1. masjanto,
— 16 Mei 2009 jam 9:07 am

Boleh saja para obligor “ngemplang” utang tapi sesungguhnya otoritas pajak di negeri ini mempunyai alat untuk menjerat mereka cuma sayang mereka tidak mendapat dukungan politik dari pemerintah coba simak Pasal 4 ayatnya lupa UU Pajak Penghasilan yang menyatakan bahwa pembebasan utang merupakan obyek pajak / penghasilan, sehingga bisa dikenakan pajak

boleh ngemplang utang asal bayar pajak gedhe + sanksi denda

bagaimana, apakah masih ada keberanian di negeri ini ???????????????????????????
2. Andi Ade,
— 16 Mei 2009 jam 9:41 am

Selalu ada sesuatu di balik sesuatu di negeri ini. Kita tidak lagi memiliki transparansi yang akuntabel dan trust public sehingga segala fenomena dan peristiwa-peristiwa di tingkat elit politik akan selalu menuai kecurigaan dan perasaan was-was penuh syakwasangka.

Bagi saya, penunjukan Budiono menjadi pendamping SBY, bukanlah sesuatu yang menarik. Tidak ada yang baru di situ. Bahkan cenderung kembali ke jaman orde baru ketika Soeharto memilih cawapres-cawapresnya.

Salam hangat
3. Bocah nDeso,
— 16 Mei 2009 jam 10:17 am

Jangan asal tuduh !.
Kalau memang benar seperti, kenapa tokoh utama lokomotif reformasi Amien Rais sampai mendukung SBY-Boediono ?.
Kenapa hayo ?.
4. Hendy,
— 16 Mei 2009 jam 1:49 pm

Kalau mau obyektif, jelaskan juga ketidakjelasan dosa2 cawapres yang lain donk😀. Apa sudah lupa?… Kalau cuma tunjuk Boediono, apa yg anda jelaskan di atas itu yg tahu hanya sedikit orang, tapi dosa2 cawapres yg lain malah lebih banyak rakyat yg tahu.

Ps
5. Tan Jimbil,
— 16 Mei 2009 jam 2:18 pm

Apa boleh buat, tak ada yang dapat kita lakukan. Kita telah masuk rahang kematian, sapi perahan konspirasi dunia lewat IMF. Logikanya saja, jika pemimpin Indonesia disukai AS maka itu mesti diwaspadai. Lihat saja bagaimana mereka bermain di Irak dan Afganistan. Tapi begitulah bangsa kita, rakyat pun bangga jika Capresnya disukai AS, malah jadi syarat utama. Seolah-olah AS itu menjadi tuhan bagi bangsa ini. Konon Pilpres kali ini pun telah ditembus oleh CIA. Budiono adalah cawapres pilihan CIA dan SBY merupakan andalan Amerika. Dahulu loby Jahudi pernah menjagokan Amien Rais, diberi uang 25 juta dollar oleh Presiden AS, tapi bung yang satu ini ternyata plintat-plintut. Wahai SBY, Budiono, Sri Mulyani, anda adalah calon pemimpin yang hampir pasti terpilih. Silahkan lanjutkan foya-foya, kalau uang habis cari utangan lagi. Kalau tak mampu lagi bayar, jual saja salah satu pulau……………..
6. ichwan kalimasada,
— 16 Mei 2009 jam 3:43 pm

@Hendy, perlu bung ketahui, memang cawapres wiranto dan parbowo terindikasi pelanggaran HAM, tapi kasus Boediono dengan BLBI dan penggelontoran dana 600trilyun di jaman Mega Presiden, patu menjadi perhatian khusus, krn korban yg ditimbulkan lebih besar dampaknya bagi bangsa ini
7. Nur Basonto,
— 16 Mei 2009 jam 7:19 pm

Kita memang sudah berada dalam lingkaran membingungkan, yang siapapun presidennya tidak akan mampu dengan cepat memperbaiki situasi politik negara ini. Bagaimana tidak dari para pemimpin diatas kita diajarkan untuk berlaku culas yang penting diri sendiri senang dan makmur untuk rakyat cukup janji pada saat kampanye aja. Toh rakyat kita kan rakyat yang dengan gampang melupakan masa lalu, yang penting bisa makan dan hidup ya sudah… Soal Budiono kita tunggu aja apa yang diperbuat selama 5 tahun kedepan. karena kita tidak punya pilihan yang pas….he…he…he…………………..
8. wijaya kusumah,
— 16 Mei 2009 jam 8:46 pm

Saya menangkap sesuatu hal yang berbeda dengan anda. Janganlah menuduh sesuatu hal yang belum pasti kebenarannya. Bagi saya, siapapun presiden atau wapresnya, kita tetap berkewajiban memajukan bangsa ini dengan kemampuan kita masing-masing. Masalah BLBI? Sudah ada yang menangani, kita lihat saja nanti kelanjutannya.

Salam Blogger Kompasiana
Omjay
9. Veni Vidi Vici,
— 16 Mei 2009 jam 9:18 pm

@Omjay, penanganan hukum tidak akan pernah berbuat maksimal, karena yg dihadapi sebuah tembok kokoh, tanpa political will president, semua BBM, baru bisa mimpi..salam
10. aby,
— 16 Mei 2009 jam 9:20 pm

daripada cari dukungan dengan menjelekkan pasangan lain mending tunjukin tuh kemampuan diri!
lagian cara anda adlah model kuno pk’ bgt!
dulu waktu SBY sm JK, dikmpungku ada edaran kl SBY di kelilingi sm byk orang non islam tujuannya jelas untuk mengalihkan dukungan pemilih.
sekarang kerja SBY udah terbukti ganti di hancurin lewat pasangannya.

yang banyak ngomg biasanya malah orang yang gak banyak tau, tujuanya juga jlas untuk mnutupi ketidaktahuanya!
banyak-banyak cari referensi ya kang! bacaan anda berat sebelah tuh!
11. Babe,
— 17 Mei 2009 jam 12:38 pm

—-[quote]
Sikap diam yang dilakukan selama ini Boediono karena tekanan persoalan BLBI. Sebagai konsesi atas sikap diam Boediono, maka para obligor besar itu melakukan loby strategis kepada setiap pemenang Pilpres agar Boediono bisa tetap memegang peranan penting di dalam manajemen keuangan negara, dengan sendirinya kasus BLBI semakin sulit untuk diungkap.
—-[/quote]
[Kalau di pengadilan..]
Keberatan
Opini,tidak ada fakta yang mendukung.
BLBI dilakukan untuk menyelematkan negara melalui likuidasi perbankan

Jika ada seorang direksi BI, apa yang anda lakukan atas keadaan darurat negara?
Dalam hitungan jam, perbankan berjatuhan kolaps. tidak ada waktu untuk simulasi.
Jika tidak ada yang likuid, tidak ada ATM yang berfungsi…tidak ada yang bisa mengambil uang..
mungkin kita menghadapai 12 mei 1998 yang lebih dahsyat.
Sayang sekali banyak pemimpin bank bank nakal, berkedok bank untuk menyaluarkan uang ke perusahaannya yang lain, dengan nilai agunan yang tidak masuk akal.
Mau tebang pilih siapa penerima bank BLBI waktunya tidak memungkinkan.

Ibarat baju..permintaan baju selesai dalam waktu sehari…darurat
perancang baju [ahli ekonomi] berusaha membantu klien [negara] agar pekerjaan menjahit [bank] lebih cepat [keluar dari krisis].
Semua bahan dan rancangan sudah siap, dengan penjahit yang sudah ditentukan klien.
apa daya ternyata penjahitnya berbohong. tidak punya kemampuan menjahit, tapi mengaku sudah profesional.
12. afreeze,
— 18 Mei 2009 jam 3:36 pm

keputusan-keputusan yang diambil di BI umumnya adalah keputusan yang bersifat kolegial. diputuskan dalam dewan direksi. bukan atas keputusan perorangan. jika ingin menghakimi, semua harus dihakimi.

saya yakin keputusan beliau saat itu bukanlah atas dorongan pribadi atau golongan tertentu. jangan berburuk sangka jika tidak punya bukti.
13. Rose,
— 19 Mei 2009 jam 7:36 am

Pencemaran nama baik selain merugikan yang dicemarkan lebih merugikan yg mencemarkan khususnya di revenge day,thx
14. ichwan kalimasada,
— 22 Mei 2009 jam 2:32 am

http://public.kompasiana.com/2009/05/21/pak-boed-yang-tidak-saya-kenal-1/#comment-20601
http://public.kompasiana.com/2009/05/21/pak-boed-yang-tidak-saya-kenal-2/#comment-20597
15. Boediono, oh Boediono… « Vara Jambak,
— 22 Mei 2009 jam 4:31 pm

[…] Scenario Besar Penyelamatan Obligor BLBI […]
16. geng,
— 28 Mei 2009 jam 7:17 am

Partai Yang Koalisi dengan Demokrat juga tidak ada yang konsisten mendukung, ada uang abang disayang, tidak ada jabatan abang ditendang, bukti akhir2 ini PAN, PKB, PPP menyetujui Hak Angket DPT, ktanya sudah koalisi, jangan2 jabatan menterinya kurang
17. arasydimas,
— 7 Juni 2009 jam 5:19 am

sayang abang sayang kalau harus milih SBY Berbudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: