Maaf, Saya Bicara Pupus Sudah Aura Kemenangan SBY

Tulisan Mas Rusdi Matari dengan Judul http://public.kompasiana.com/?p=20785, membuat saya tersentak dan meringis koq tega-teganya SBY melepas Blok Cepu, kandungan minyak terbesar di seluruh bumi pertiwi, apa untungnya sih mengikuti kemauan AS. Dulu AS melakukan embargo peralatan senjata bagi negara kita karena kasus Timor Leste, padahal AS adalah otak intelektual lepasnya Timor Leste dari pangkuan Indonesia. Apakah selama 64 tahun kita merdeka PT Pertamina milik kita tidak bisa mengolah itu, rasanya sungguh bodoh bangsa ini jika tidak memiliki SDM yang bisa mengolahnya. Agar lebih jelas saya kutip tulisan Mas rusdi di bawah ini :

……Kontroversi itu terutama karena penyerahan Blok Cepu kepada ExxonMobil dinilai telah melanggar Undang-Undang No.22 Tahun 2001 tentang Migas. Keikutsertaan Rizal dkk. yang “mewakili” Pertamina dalam negosiasi itu, oleh Sony Keraf, anggota PDIP, bahkan disebut sebagai bentuk intervensi pemerintah yang berlebihan. Alasan Keraf penyerahan Blok Cepu kepada Exxon, tidak atau tanpa melalui RUPS sebagaimana diatur oleh UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Mewakili suara PDIP, Keraf karena itu mencurigai ada campur tangan asing yang kuat melobi pemerintahan Yudhoyono. Hal itu tecermin dari kuatnya lobi-lobi pemerintah Amerika Serikat dan petinggi ExxonMobil terhadap pemerintah Indonesia (lihat “FPDIP: Akuisisi Blok Cepu oleh Exxon Melanggar Hukum,” detikcom, 4 Maret 2006).

Blok Cepu adalah ladang minyak yang berada di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Itu adalah ladang minyak terbesar di Tanah Air, setidaknya hingga sekarang. Kandungan minyaknya tercatat melampaui cadangan minyak di Indonesia secara keseluruhan yang diperkirakan hanya berjumlah sekitar 9,7 miliar barel. Cadangan prospektif Blok Cepu di kedalaman kurang dari 1.700 meter misalnya, mencapai 1,1 miliar barel sedangkan cadangan potensial di kedalaman di atas 2.000 meter diperkirakan berjumlah 11 miliar barel.

Lembaga Minyak dan Gas atau Lemigas, sebuah lembaga studi yang menjadi bagian dari Akademi Minyak dan Gas, Cepu, pernah mengungkapkan, Banyu Urip, Sukowati, Jambaran dan Alas Tua- nama sumur-sumur di Blok Cepu- menyimpan kandungan minyak mentah hingga 1,4 miliar barel. Di Blok Cepu pula terdapat kandungan cadangan gas sebesar 8,772 triliun kaki kubik.

Dengan kekayaan sebesar itu, menurut studi Lemigas, pengelola ladang minyak Blok Cepu dapat mengangkat minyak mentah minimal sebesar 31 persen atau setara dengan 458,7 juta barel. Sedangkan untuk gas, yang bisa diangkat sebesar 72 persen.

Nah, dengan kekayaan sebesar itu apakah kita tidak miris melihatnya, apakah SBY tidak belajar bagaimana PT Freeport telah menggali habis emas kita di Papua. Apakah SBY tidak belajar bagaimana Exxon Oil juga telah menguras habis minyak kita di Aceh. Apakah SBY tidak belajar bahwa di kedua Propinsi itu warganya telah melakukan aksi mendirikan negara merdeka, karena mereka bagai ayam kelaparan yang tidur di atas lumbung gabah. Jelas SBY tidak belajar dari hal ini setelah melepas Blok Cepu ke Exxon Oil. SBY kembali mengulangi kebijakan Orba yang melepas SDA kita seperti di papua dan Aceh itu.

Dan lebih miris lagi, lepasnya Blok Cepu karena Rizal Mallarangeng (Tim The Fox) sebagai makelarnya. Putra Bugis Bone ini adalah alumni Komunikasi politik UGM di mana saya pernah ikut dalam salah satu aksi Rizal demonstrasinya menentang kebijakan Rejim Orba. Rizal juga pernah menjadi tameng perisai hidup pada masa invasi Irak ke Kuwait, tapi kini apa kata dunia, Rizal tidak lagi memiliki idealisme itu, mungkin karena studi Ph.D nya di AS telah merubah sikapnya untuk lebih pro AS atau istilah kerennya “Neolib”. Jelasnya saya kutip lagi tulisan mas Rusdi di bawah ini :

Dalam konferensi pers yang digelar Pertamina pertengahan Agustus 2005, Widya pernah mengungkapkan alasannya, mengapa Pertamina harus mengelola Blok Cepu. Selain sesuai undang-undang, kata dia, hal itu sesuai perintah RUPS 30 Juni 2005. Rapat yang dicatatkan pada notaris itu antara lain memutuskan pembagian saham 55 persen untuk Pertamina dan pemerintah daerah. Sisanya untuk Mobil Cepu Ltd. (ExxonMobil) dan Ampolex.

Keputusan RUPS kata Widya adalah keputusan tertinggi untuk Pertamina. Sedangkan memorandum of understanding, MoU, yang menyebutkan pemberian saham ke pemerintah daerah merupakan hal yang tidak mengikat. Pertamina karena itu, menurut Widya hanya tunduk pada hasil RUPS dan bukan pada MoU.

Tak lupa Widya mengatakan, Pertamina harus menjadi tuan rumah di negara sendiri. Selain sudah berpengalaman 48 tahun, pengerjaan Blok Cepu oleh Pertamina menurut Widya lebih mudah karena hanya menunggu untuk dibor. Ongkosnya juga dinilai lebih murah dan tak perlu repot mendatangkan dari Amerika seperti yang (akan) dilakukan oleh ExxonMobil. Tahap awal, kata Widya, Pertamina sudah menyiapkan US$ 100 juta. Singkat kata, Pertamina sudah bisa full on stream.

Rizal sebagai “wakil” Pertamina, tentu saja bereaksi keras untuk tak menyebut bereaksi sangat kasar dengan sikap Widya. Menanggapi rencana Widya soal pembagian saham pengelolaan Blok Cepu, misalnya, Rizal berkata, “Emang punya bapak moyangnya apa?”

Sikap Rizal ini barangkali sudah kita ketahui seperti sikap emosionalnya ketika tampil di TV One yang secara membabi buta menyerang Wiranto dan Prabowo sebagai pelanggar HAM, saya bertanya mana lebih kejam dan sadis, tuduhan pelanggaram HAM itu ataukah aksi Rizal jadi makelar untuk melepas blok cepu, kontrak blok cepu selama 30 tahun, artinya 30 tahun negara kita akan dirugikan, mungkin saya sudah mati tapi anak-anak saya yang sekarang baru SD, akan menyaksikan blok cepu yang tinggal bangkainya saja. Bisa kita bayangkan utang trilyunan kita saat ini sebenarnya bisa terbayar jika kita bisa mengolah sendiri blok cepu itu di bawah PT Pertamina. Yang jelas Blok Cepu dijual tahun 2007, menurut Podes 2006 angka kemiskinan kita masih 37 juta, pada saat yang sama utang luar negeri kita juga semakin meningkat. Tragis bangsa ini semakin terpuruk tetapi The Fox yang ditukangi 3 bersaudara Mallarangeng masih bangga membangun citra yang baik bagi SBY. Sederhana jawabnya The Fox masih akan mengangkangi SBY yang lugu dan kemayu itu, seperti tuduhan Taufik Kiemas, SBY jenderal cengeng kekanak-kanakan.

Btw, Enam mahasiswa dari BEM KM Undip dan Universitas Negeri Semarang ini nekat menggelar aksi menentang kehadiran SBY di Semarang. Mereka meminta pemerintahan SBY melawan intervensi asing, menolak neoliberalisme, dan mendesak penuntasan kasus korupsi di Semarang.Enam mahasiswa yang berdemo menolak kehadiran Presiden SBY di Jl. Imam Bardjo, Semarang ditangkap polisi, Selasa (9/6/2009). Mereka ditangkap karena tidak memiliki izin. Woalah…mosok demo pake izin segala, seperti tepuk tangan juga harus diatur ketika SBY membuka rakernas PD di Kemayoran pasca Pileg.

Nah, atas dasar pertimbangan analisa di atas SBY tidak lebih hanya berotak The FOX, Fox artinya serigala, rubah atau musang. kata shakeaspera apalah arti sebuah nama, tapi dalam Islam memberi nama yang bagus pada anak adalah kewajiban utama ortu pada anaknya, karena nama merupakan doa. SBY dengan The Fox akan menjadi serigala bagi bangsa ini, sehingga bangsa ini akan semakin tergadai ke AS, karena The Fox adalah para penghamba dan pemuja AS. Apakah kita tidak sadar, kalau Exxon Oil itu adalah perusahaan yang dimiliki oleh yahudi yang juga senang menggunakan simbol Fox. Apakah bangsa ini tidak luka lagi hatinya pada kebijakan ganda AS terhadap Israel yang melakukan tindakan penindasan pada rakyat Palestin, hanya karena PKS sebagai pelopor gerakan anti AS dan Yahudi di Indonesia sudah menjadi koalisi PD SBY. sadarlah aku bangsaku, meringis ibu pertiwi, dan meratap pahlawan kita di tanah kuburan menyaksikannya.

Apakah artinya reformasi yang sudah kami perjuangkan bersama teman-teman mahasiswa di jakarta yang pada saat itu saya terluka kena sabetan bayonet, Kalau kini para saudara kita seperti di semarang karena menyuarakan hati nuraninya lalu ditangkapi. sadarlah bangsaku, SBY bukan pilihan trbaik lagi saat ini.

kalau sebelumnya saya menulis, “Aura Kemenangan SBY mulai meredup, maka pada masa kampanye terbuka Pilpres ini saya memastikan karena Insya Allah, “Pupus sudah Aura kemenangan SBY”.

Pilih saja si Tahi Lalat Cs Jomblo, or Si Brengose Jilbab Loro karena SBY tinggal dikuras saja oleh The Fox dan untuk sampai selamat tinggal kenangan SBY.

Pamungkas cerita saya teringat kisah di abad 17 Putra Bone Aru Palakka jadi jagoan Batavia karena menjadi kekuatan Speelmen Jenderal VOC menumpas perlawanan rakyat Indonesia yang ingin merdeka di tanah Jawa dan sumatera. kemudian Aru palakka bersama pasukan VOC menyerang Kerajaan Goa Makassar yang dipimpin Raja Sultan Hasanuddin yang pada waktu itu didukung oleh para kesatria Bugis Bone. Perang ini tercatat dalam sejarah sebagai perang paling akbar dan paling banyak menumpahkan korban, sehingga Kerajaan Goa runtuh, para prajurit Sultan Hasanuddin yang selamat kemudian berlayar menuju kerajaan Mataram, seperti Karaeng Galesong yang membantu kerajaan mataram menumpas pemberontakan sultan Trunojoyo. Dan sebagaian lainnya menuju Banten membantu kesultanan banten menumpas penjajah Belanda. Akhirnya sampai saat ini Aru palakka tidak bisa dinobatkan sebagai pahlawan nasional seperti Sultan hasanuddin.

Alhasil seperti kisah ini terulang kembali, SBY-JK cerai, SBY VS JK “perang” Pilpres, SBY ditukangi The Fox dengan 3 putra Bugis Bone melawan koalisi JK putra bugis Bone koalisi mataram asal kelahiran Wiranto.

Dulu abad 17 Aru palakka menang, tapi kini abad 20 Aru Palakka (The Fox SBY) terkena balasan kekalahan, karena selalu ada karma dalam sejarah. Demikianlah, Pupus Sudah Aura Kemenangan SBY. Sebabnya Jika Mega-Pro kalah, masih ada JK-Wiranto yang akan memukul mundur The Fox. Asik banget AS head to head Indonesia.

Sadarlah aku bangsaku, salam kompasiana.

4 Tanggapan to “Maaf, Saya Bicara Pupus Sudah Aura Kemenangan SBY”

  1. dir88gun2 Says:

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. saya sajalah yang jadi presiden

  3. Mantap sejarah abad ke 17 nya…seperti terulang lagi dimasa sekarang😀

    * salam kenal🙂 *

  4. Masa ALLAH…?!!
    Sekeji itukah si Rizal.Cs.???
    Mari saudara2ku setanah air SEGERA selamatkan Indonesia dari keterpurukan. mungkin benar kata Bu Khofifah I.P. “tidak ada negara MISKIN, yag ada negara SALAH URUS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: