Sandiwara Bodong Pak Beye (3)

Sejumlah fakta di balik skandal Bank Century semakin terkuak. Angka kerugian yang diderita bank tersebut akibat ulah pemiliknya, Robert Tantular, per 20 November 2008 ternyata telah mencapai Rp 9,15 triliun. Dari jumlah dana yang dibobol itu, polisi baru dapat menyita sekitar Rp 1,191 miliar.

Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menegaskan, kerugian Rp 9,15 triliun itu terjadi karena adanya penempatan dana di luar negeri dalam bentuk surat berharga valuta asing secara tidak sehat atau berkualitas rendah. Sebagian besar surat berharga tersebut kini dalam penguasaan FGAH atau d/h Chinkara Capital milik pemegang saham pengendali Bank Century, yaitu Hesham Al Warraq Thalat dan Rafat Ali Rijvi.

Kerugian tersebut juga diakibatkan pembelian fasilitas usance L/C kepada beberapa debitor, di antaranya PT SCI, PT WWR, dan PT AII, secara tidak wajar. Dalam hal ini, kata Kapolri, Robert Tantular ikut berperan. Selebihnya, kerugian juga disebabkan oleh penggelapan dana valas milik bank yang dilakukan Dewi Tantular, kakak kandung Robert.

Anehnya, fakta ini tak menyurutkan niat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) dan Bank Indonesia untuk mengucurkan dana ‘penyelamatan’. Maka masuk akal jika Presiden SBY tidak mau mencampuri skandal yang kontroversial itu. Dan jangan pula berharap Presiden SBY akan melakukan intervensi untuk meredakan kontroversi penyelamatan Bank Century.

Melalui Mensesneg Hatta Rajasa, Presiden SBY telah menegaskan upaya penyelamatan bank yang dulu milik Robert Tantular itu bukan wewenangnya. Pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut adalah KSSK (yang saat itu dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati) dan Bank Indonesia (saat itu dipimpin oleh Boediono). “Jadi presiden tidak mau ikut campur,” kata Hatta Rajasa.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah keputusan kebijakan pemerintah untuk melakukan bail-out Bank Century itu dipengaruhi oleh pertimbangan adanya kewajiban bank gagal ini kepada pihak lainnya, yang tak akan terbayar jika Bank Century dilikuidasi? Dengan kata lain bail-out diperlukan agar dana pihak lain itu terselamatkan?

Siapakah sebenarnya deposan besar yang menikmati bail-out dari LPS untuk Bank Century itu? Kalangan DPR menyebutkan, mereka adalah Moerdaya Poo, Dana Pensiun Tentara AS, Boedhi Sampoerna, Arifin Panigoro, PT Jamsostek, dan PT Timah. Bahkan disebutkan juga bahwa setelah dibantu dengan bail-out, dana keenam deposan terbesar ini langsung ditarik oleh mereka dari Bank Century dan dipindahkan ke bank lain.

Melihat semua itu, setelah Bank Century dibantu pemerintah dengan dana Rp 6,8 triliun agar dana-dana pengusaha besar tersebut bisa terselamatkan, maka masuk akal jika kalangan DPR melihat, betapa niat pemerintah bukan menyehatkan bank, tetapi menolong para deposan besar itu.

Peran KPK dalam penuntasan skandal Bank Century itu memang dituntut berbagai kalangan, langkah KPK diharapkan mampu menuntaskan skandal ini. Kalangan DPR juga mendesak agar ada pengusutan pihak berwenang terhadap orang-orang yang kemungkinan berada di balik rekomendasi KKSK. Harus diusut siapa di balik Menkeu. Apakah itu pengusaha, pejabat, atau siapa pun, karena (skandal) ini bisa lebih dahsyat dari BLBI. Dan mendesak supaya penegak hukum mengumumkan saja siapa deposan besar di Bank Century itu. Ini penting agar bisa terungkap permainan dan akal bulus pengucuran dana triliunan rupiah itu.

Masih untung ada pak jeka instrusikan kapolri menangkap robert tantular dan pantas pula bu ani tidak kompakan selama ini sama pak jeka ternyata ujungnya ada bom century yang akan meledak.

Jadi kata kunci dari sandiwara bodong ini ada tiga; pak beye, pak boedi, dan bu ani.
Selamat menikmati sandiwara bodong.

Dimas Nur Arasy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: