Sandiwara Pak Beye Mengobok-Obok KPK ?

Perseteruan dua lembaga penegakkan hukum yakni KPK-Polri ternyata telah berlangsung lama. Sehingga wajar jika kemudian keduanya dianggap saling makan dan saling tikam. Namun bagi PKS dalang itu semua adalah Presiden SBY. Pernyataan ini dilontarkan oleh Wakil Sekjend PKS Fachry Hamzah di Gedung DPR hari ini.

Tudingan pak beye menjadi dalang pengkebirian KPK ini muncul karena ditengarai audit BPK terhadap KPK terus berlanjut atas perintah presiden. Selain itu pula dalam kunjungan pak beye ke media kompas juga melontarkan pernyataan terbuka jika KPK terlalu berlebihan di dalam menjalankan wewenangnya, KPK bagi pak beye adalah lembaga superbody di atas lembaga lainnya.

Dalam satu wawancara eksklusif oleh salah satu media TV dengan menghadirkan pak beye terkait sikap pemerintah di dalam pemberantasan korupsi, di mana pada saat itu besan pak beye aulia pohan sedang dalam penanganan KPK atas tuduhan korupsi dilingkungan bank Indonesia. Dalam wawancara tersebut pak beye terkesan berputar-putar dan kurang tegas, terlihat gamang dalam penangan korupsi. Ketika ditanya sikap pemerintah dan pak beye atas kasus keluarganya, alih-alih pak beye memberikan pernyataan tegas di dalam pemberantasan korupsi, malah meminta para keluarganya agar tabah dan berdoa agar kasus ini berjalan dengan baik sesuai prosedur hukum karena bisa saja kasus ini tidak terbukti benar.

Menurut Fachry, sejak dulu selalu terjadi konflik kewenangan antara Polisi, Kejaksaan, dan KPK, setiap lembaga seperti menjadi zombie bagi lembaga lain. KPK pasca vonis pidana terhadap kasus korupsi aulia pohan, KPK mulai dianggap berlebihan dan nampaknya mulai dipreteli, tak tanggung-tanggung itu dilakukan sendiri oleh pak beye dan pihak kepolisian. kasus ketua KPK antasari juga menuai kontroversi, apa mungkin hanya karena cinta segi tiga, antasari menjadi seorang penderita psikopat, lalu melakukan pembunuhan. Lewat kasus antasari inilah menjadi entri point untuk melemahkan dan mengkebiri wewenang KPK selama ini.

Penetapan dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang ternyata berawal dari laporan ketua KPK non-aktif Antasari Azhar. Namun, sepanjang pemeriksaan, polisi menemukan pelanggaran lain. Dalam testimoni antasari di depan kepolisian menuturkan bahwa pimpinan KPK menerima suap atas beberapa kasus korupsi.

Wakabag Bareskrim Irjen Pol Dikdik Mulyana Arifmansyur menuturkan kronologi penetapan tersangka terhadap kedua pimpinan KPK itu. Dikatakannya, semua ini berawal dari laporan Antasari yang mengatakan adanya tindakan suap yang dilakukan beberapa pimpinan KPK. “Dalam perjalanan penyidikan, walau laporan belum terbukti, ternyata yang mampu dibuktikan adanya tidak pidana yang dilakukan oleh Alim Muladi (kurir Anggoro Wijaya). Kemudian dalam perjalanan tersebut, juga ada tindak pidana lain yang kami temukan, meskipun dinilai seolah ada pergesaran dari laporan penyuapan anggota KPK ke kesalahan penggunaan wewenang oleh anggota KPK, namun fakta yang didapat saat ini bahwa adanya fakta pencekalan Anggoro Wijaya dan Djoko Tjhandra padahal belum termasuk subjek maupun perkara yang sedang disidik oleh KPK.

“Berdasarkan pasal 12 UU KPK, jika mengacu pada pasal itu pencekalan harus dalam rangka penyelidikan atau penuntutan, jika tidak ada status tersebut kemudian dicekal berarti ada pencekalan yang tidak sesuai prosedur, sehingga pencekalan yang dilakukan Chandra telah menyalahi pasal 21 ayat 5. kemudiam dari pasal 12 pencekalan harus diputuskan oleh pimpinan secara kolektif, karena pimpinan KPK sifatnya kolektif,” pungkasnya. Namun, lanjut Dikdik, karena pencekalan Anggoro dilakukan sendiri oleh Chandra maka itu dianggap telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang. “Begitu juga yang dilakukan Bibit yang melakukan cekal terhadap Djoko Tjandra,” terangnya. Dikdik menilai, sebenarnya masalah ini singkat, hanya karena Chndra dan Bibit melakukan pencekalan tidak sesuai prosedur dan juga melakukan penyahgunaan kewenangan.

Dari kronologi penetapan dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto sebagai tersangka dapat disimpulkan dilakukan bukan karena keduanya terbukti menerima suap seperti tuduhan testimoni antasari tetapi karena hanya penyalahgunaan wewenang di dalam pasal pencekalan terhadap Anggoro Wijaya dan Djoko Tjhandra. Dari hasil pemeriksaan kepolisian ini testimoni antasari mengundang pertanyaan besar dibaliknya, kenapa beliau tega menuduh koleganya menerima suap yang tidak terbukti benar. Disinyalir oleh berbagai pihak antasari telah menjadi pion bagian dari scenario sandiwara ini mengobok-obok KPK.

Sementara pada peristiwa lain sebelum pihak kepolisian melakukan pemeriksaan atau invetigasi atas ke empat Pimpinan KPK, ditengarai Kombes DS oleh KPK telah menerima suap sebesar 1 milyar lebih atas kasus skandal century. Dana ini disinyalir untuk meloloskan pemilik bank century Hesham Al Warraq Thalat dan Rafat Ali Rijvi melarikan diri ke luar negeri.

Kemesraan pak beye dengan kepolisian akhir-akhir ini terjalin dengan apik, “ini bukan isu, rumor dan gossip, ini adalah fakta intelejen kalau saya menjadi target penembakan teroris,” demikian pidato pak beye menanggapi peledakan bom kuningan dengan mengungkap hasil temuan intelejen kepolisian. Sandiwara ini berlanjut di dalam penggerebekan satu orang teroris di temanggung dan jatiasih dengan pasukan komplit dan persenjataan lengkap serta disiarkan secara live selama 8 jam. Hasilnya polisi mengungkapkan kalau cikeas menjadi target selanjutnya di dalam peledakan bom pada tanggal 18 agustus, walau pun tanda-tanda ke arah ini juga tidak terbukti.

Sepertinya pak beye dan pihak kepolisian mengalami senasib sepenanggungan, mengalami dampak negatif superbody KPK, mungkin saja ini menjadi semangat dan motiv bersama, sandiwara mengobok-obok KPK perlu dipanggungkan dalam episode lakon berikutnya ?

https://dimasarasy.wordpress.com/

10 Tanggapan to “Sandiwara Pak Beye Mengobok-Obok KPK ?”

  1. Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

  2. Sampai saat ini “pemerintah” memang belum benar-benar serius dalam pemberantasan korupsi, masih tebang pilih dan apabila yang jadi tersangka korupsi melibatkan orang-orangnya “penguasa” maka ada upaya-upaya yang sistematis bagaimana agar kasus tersebut tidak terungkap. KPK sebenarnya sudah melakukan kerja yang bagus dan berani, walaupun didalamnya ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, namun secara umum KPK telah menunjukkan keberhasilan tugasnya, jadi sudah seharusnya dan sewajarnya apabila KPK terus kita dukung untuk mewujudkan indonesia yang bersih dari korupsi.

  3. Young Alamsyah Says:

    oooo.gitu..berita nya.

  4. Pemberantasan korupsi lanjut gak ya?… lanjut gak..lanjut gak… lanjut gak… Gak!!! Wah kali ini tegas banget ya…

  5. wew, sandiwara2 lagiii

  6. Korupsi itu budaya kita, harus dipertahankan seperti kita mempertahankan tari pendet yg diklaim malaysia..! Jadi, bubarkan KPK !!! Lanjutkan!!!

  7. […] matilah sebelum mati, memori buat isteriku love only one & one only love « Sandiwara Pak Beye Mengobok-Obok KPK ? […]

  8. bung soes (seosilo b yudoyono) sikapnya ga jelas, normatif, tidak tegas, mencla mencle, gamang…cuma peduli pada citra…

  9. mat lebaran euy, miknal aidin walfaizin mohon maaf lahir batin, slm

  10. BAGUS BGT NIH GILA,.
    BERITAIN YG LAINNYA LAGI DONG BUAT NGERJAIN TUGAS,.
    HEHEHEHEHE
    HIDUP HUKUM KITA,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: